Bisnis toko online yang kini sedang marak membuat banyak orang tertarik untuk menggelutinya. Namun sayang, geliat dan prospek bisnis online yang besar ini tak semua bisa dirasakan terus-menerus oleh para pebisnis online. Pasalnya, tidak sedikit dari mereka kemudian merasakan toko online-nya sepi pembeli yang menyebabkan turunnya omzet dan pendapatan. Beruntung jika mereka bisa bangkit kembali untuk kemudian meningkatkan trafik toko onlinenya. Dalam kenyataan yang ada, tak sedikit juga pebisnis online yang kemudian terjebak dan tak bisa bangkit dari keterpurukan tersebut.Toko online memang bukanlah sesuatu yang sakti yang tak bisa luput dari kondisi sepi pembali. Seperti juga toko offline, toko online juga bisa saja menjadi sepi yang menyebabkan turunnya omzet. Yang jelas, saat toko online Anda sepi, Anda harus segera bergerak untuk memajukan toko online Anda. Analisis terhadap penyebab sepinya toko online mungkin bisa menjadi sesuatu yang manjur untuk Anda jadikan koreksi dan perbaikan. Berikut beberapa penyebab sepinya pembeli toko online.

1. Toko Online yang Kotor dan Berantakan

Penyebab pertama sepinya toko online adalah faktor kebersihan dan kerapihan. Seperti juga toko offline, toko online bisa juga bisa menjadi kotor dan berantakan. Dan toko online yang kotor dan berantakan bisa membuat para pengunjung anda tak betah dan akhirnya kabur. Jika hal ini terjadi, tentu saja Anda akan mengalami kerugian, karena akan berdampak pada turunnya omzet. Maka dari itu Anda harus sebisa mungkin menjadikan toko online Anda bersih dan rapi.

Bagaimana caranya? Pertama, Anda harus bisa memastikan bahwa toko online Anda memiliki tampilan antarmuka situs web yang bersih dari (widgetpop-upads) yang mengganggu. Kedua, cobalah menjadikan navigasi situs web toko online yang rapi dan nyaman.

Hal lain yang perlu Anda atur dalam toko online adalah widget. Jangan semua widget perlu Anda tampilkan. Keberadaan widget yang tidak perlu seperti kalender, jam dan bahkan musik MP3 justru akan membuat kesan berantakan dan tak rapi. Selain itu, widget yang terlalu banyak juga akan membuat akses menuju toko online Anda menjadi lambat. Jika akses menuju toko online lambat, maka kenyamanan konsumen pun akan jadi menurun.

2. Harga yang Terlalu Tinggi

Dalam mencantumkan harga untuk produk online, Anda juga perlu berhati-hati. Konsumen online tak bisa Anda anggap berbeda dengan pembeli offline. Mereka juga manusia yang selalu menginginkan dan mencari produk dengan harga yang murah. Maka dari itu jika Anda mencantumkan harga yang terlalu tinggi bukan tidak mungkin konsumen akan pergi meninggakan Anda dan berpaling pada lainnya.

Untuk itu saat akan menentukan harga, sebaiknya Anda melakukan survei harga terlebih dahulu. Ini akan membuat Anda bisa memperoleh sebuah harga pasaran yang sesuai dan tidak membuat pembeli kabur dan akhirnya senang berbelanja di toko online Anda.

3. Buruknya Layanan Pelanggan

Salah satu hal yang membuat betah dan nyaman pengunjung toko online adalah layanan dari bisnis tersebut. Maka dari itu jangan sekali-kali membuat layanan buruk bagi para konsumen toko online Anda. Mereka harus Anda layani dengan sebaik mungkin.

Jika Anda melakukan layanan yang buruk, sangat besar kemungkinan pelanggan akan kabur dan akhirnya membuat toko online Anda menjadi sepi. Sebaliknya, jika Anda membuat layanan yang baik, mereka akan merasa puasa dan akan terus berbelanja di toko online Anda. Ini artinya layanan yang baik dan memuaskan akan menjadikan sebuah toko online akan terus ramai dengan pengunjung.

4. Deskripsi Produk yang Terlalu Berlebihan

Terakhir, hal yang bisa menjadi penyebab sepinya toko online adalah deskripsi produk yang terlalu berlebihan. Tidak semua hal yang dijelaskan secara lebih bisa membuat konsumen senang. Fakta yang ada justru mengatakan bahwa deskripsi produk yang berlebihan bisa membuat konsumen malah jadi curiga dan malas untuk membeli. Maka dari itu untuk menjelaskan atau mendeskripsikan produk, Anda sebaiknya melakukan dengan sewajarnya saja.

Jangan terlalu melebih-lebihkan keunggulan produk Anda, meskipun sebenarnya memang benar adanya. Bukan tidak mungkin adanya deskripsi yang berlebihan ini dianggap oleh beberapa calon konsumen Anda sebagai hal yang mengada-ada dan menipu. Saat konsumen banyak yang menanggap demikian, maka bersiaplah untuk menghadapi toko online Anda yang sepi dari pembeli.